Wabup Dirga Hadiri Melaspas Jalan Pengrarung, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan Dorong Gotong Royong dan Aspirasi Masyarakat

795668551_1501988841957564_4586859028771903144_n

TABANAN – Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, menghadiri Upacara Melaspas Jalan Pengrarung di Banjar Bantas Bale Agung, Desa Adat Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Rabu (16/9/2026).

Kehadiran Wabup Dirga mewakili Bupati Tabanan, didampingi Anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Made Muskadana, S.Sos., Camat Selemadeg Timur, unsur terkait, serta jajaran prajuru dan krama Banjar Adat Bantas Bale Agung.

Upacara Melaspas digelar sebagai bentuk penyucian secara niskala sekaligus penanda rampungnya pengerjaan pembetonan Jalan Pengrarung. Jalan sepanjang kurang lebih 150 meter dengan lebar sekitar 3 meter tersebut memiliki arti penting bagi krama karena menjadi salah satu akses yang menunjang berbagai kegiatan adat dan keagamaan masyarakat setempat.

Secara sekala dan niskala, Jalan Pengrarung berada di kawasan yang memiliki nilai sakral karena termasuk dalam wewidangan Tri Kahyangan, khususnya kawasan Pura Dalem dan Pura Prajapati Agung. Keberadaan jalan tersebut sangat vital dalam mendukung kelancaran prosesi yadnya, termasuk pelaksanaan Pitra Yadnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Banjar Bantas Bale Agung, prajuru Desa Adat, para Pemangku, Ida Pandita, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam merealisasikan penataan Jalan Pengrarung.

Dirga mengatakan, pembangunan infrastruktur yang lahir dari aspirasi masyarakat menunjukkan pentingnya komunikasi dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah. Aspirasi yang disampaikan melalui jalur komunikasi yang baik dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan dan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan serta prioritas daerah.

“Pembangunan ini merupakan hasil dari komunikasi dan kebersamaan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat silakan disampaikan dan dikomunikasikan dengan baik, sehingga pemerintah dapat melihat, merencanakan dan memprogramkannya sesuai dengan kemampuan serta prioritas pembangunan,” ujar Dirga.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. Menurutnya, pembangunan tidak berhenti ketika pekerjaan fisik selesai, tetapi harus dilanjutkan dengan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Setelah jalan ini selesai, mari kita jaga dan rawat bersama. Pemerintah membantu pembangunan, tetapi masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga hasil pembangunan ini agar tetap baik dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama,” ungkapnya.

Dirga menambahkan, pemerintah daerah juga telah merencanakan peningkatan jalan di sebelah utara Banjar Bantas Bale Agung melalui pengaspalan hotmix pada awal tahun 2027. Rencana tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas akses serta mobilitas masyarakat di wilayah setempat.

Sementara itu, sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, Dirga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat akan memiliki nilai sosial yang kuat karena tumbuh dari kebutuhan dan kepedulian bersama.

“Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipertahankan. Ketika masyarakat, tokoh adat, pemerintah dan semua unsur dapat bersinergi, berbagai kebutuhan di lingkungan masyarakat dapat diperjuangkan dan dikerjakan bersama,” katanya.

Proyek penataan Jalan Pengrarung sendiri merupakan tindak lanjut dari aspirasi krama yang diinisiasi oleh Klian Adat Banjar Bantas Bale Agung, Ketut Darmika. Dalam prosesnya, aspirasi tersebut dikoordinasikan bersama jajaran Pejuru Desa Adat, para Pemangku, Ida Pandita, serta unsur pemerintahan daerah.

Dalam proses realisasinya, dukungan juga diberikan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., bersama I Made Muskadana, S.Sos., Anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, berupa dukungan material seperti semen, pasir dan koral untuk membantu pengerjaan pembetonan badan jalan.

Pengerjaan fisik juga mendapat dukungan operasional alat berat ekskavator dari PT Sumber Air Dewa, yang kemudian dipadukan dengan semangat ngaturang ayah dan gotong royong krama lanang istri Banjar Bantas Bale Agung. Sinergi tersebut membuat pengerjaan pembetonan jalan dapat terlaksana dengan lancar.

Bagi krama Banjar Bantas Bale Agung, selesainya pengerjaan Jalan Pengrarung memiliki arti penting, tidak hanya dari sisi peningkatan akses, tetapi juga dalam mendukung kelancaran berbagai aktivitas adat dan keagamaan di kawasan tersebut.

Pelaksanaan Upacara Melaspas menjadi momentum untuk mengawali pemanfaatan jalan secara niskala setelah pengerjaan fisiknya rampung. Dengan selesainya penataan tersebut, krama berharap akses menuju kawasan sakral dan lokasi kegiatan yadnya dapat semakin nyaman serta mendukung kelancaran pelaksanaan tradisi dan kegiatan keagamaan masyarakat.

Kehadiran Wabup Dirga bersama anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di tingkat banjar, khususnya dalam menyerap aspirasi pembangunan dan mendorong semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Tabanan.

What do you feel about this?